Dan ini lah jawaban dari Allah atas do’a yang selalu dipanjatkan Pakde dan juga jawaban atas janji Pakde selama ini, Bude meninggal dunia tepat setelah Pakde pulang haji, dan memang maut yang mungkin hanya bisa memisahkan mereka berdua... Allah pasti memberikan segalanya yang terbaik.
Dan semuanya pun berakhir seperti ini......
Tapi keluarga besar gue Insya Allah yakin sebenarnya Bude ada niat untuk masuk Islam, tapi Bude takut dan ragu karena mendapat tekanan dari keluarga besarnya. Pakde, Mas Ai, dan keluarga besar gue pun yakin kalau kata-kata terakhir yang diucapkan Bude adalah dua kalimat syahadat. Biarlah jenazah Bude mau diperlakukan dengan cara seperti apapun, itu hanyalah seonggok benda mati yang sudah tak bernyawa, tapi Alhamdulillah nyawanya sudah sebaik mungkin diperlakukan dengan cara Islam, dan hanya nama-nama Allah yang didengarnya di saat sakaratul mautnya...
P.S:
* Papi, yang baru 1 hari menginjakkan kakinya di Indonesia setelah menunaikan ibadah haji, memilih tidur di mobil saat sedang dilakukan upacara kematian untuk jenazah Bude yang sedang disemayamkan di rumah duka. Saat Papi tidur, Papi bermimpi... bertemu dengan Pak Katsiran (Eyang Kakung gue yang sudah lama meninggal dunia dan gue belum sempat samasekali bertemu langsung dengannya) di suatu ruangan besar yang penuh dengan banyak orang yang tak dikenal, seperti ruang tunggu yang di salah satu sisinya ada lorong lebar yang sangat terang. Di sana seluruh keluarga besar gue berkumpul. Seluruh anak-anak Pak Katsiran, menantu-menantunya, cucu-cucunya, semuanya... Dalam mimpi itu pun, Papi memeluk Pak Katsiran dan memohon do’a restunya, Pak Katsiran pun tersenyum bahagia dan mengucapkan terima kasih dan berpamitan untuk segera pergi. Papi melepaskan pelukannya dan Pak Katsiran melambaikan tangannya dengan penuh senyuman bahagia kepada seluruh keluarga besar yang ada di sana sambil terus berjalan menuju lorong lebar yang terang itu.
** maaf banget sebelumnya buat orang-orang yang non-islam
** feel free to comment anyone... :)
Cherio,
Aciso
* Papi, yang baru 1 hari menginjakkan kakinya di Indonesia setelah menunaikan ibadah haji, memilih tidur di mobil saat sedang dilakukan upacara kematian untuk jenazah Bude yang sedang disemayamkan di rumah duka. Saat Papi tidur, Papi bermimpi... bertemu dengan Pak Katsiran (Eyang Kakung gue yang sudah lama meninggal dunia dan gue belum sempat samasekali bertemu langsung dengannya) di suatu ruangan besar yang penuh dengan banyak orang yang tak dikenal, seperti ruang tunggu yang di salah satu sisinya ada lorong lebar yang sangat terang. Di sana seluruh keluarga besar gue berkumpul. Seluruh anak-anak Pak Katsiran, menantu-menantunya, cucu-cucunya, semuanya... Dalam mimpi itu pun, Papi memeluk Pak Katsiran dan memohon do’a restunya, Pak Katsiran pun tersenyum bahagia dan mengucapkan terima kasih dan berpamitan untuk segera pergi. Papi melepaskan pelukannya dan Pak Katsiran melambaikan tangannya dengan penuh senyuman bahagia kepada seluruh keluarga besar yang ada di sana sambil terus berjalan menuju lorong lebar yang terang itu.
** maaf banget sebelumnya buat orang-orang yang non-islam
** feel free to comment anyone... :)
Cherio,
Aciso

_Layer+1.jpg)
0 comments:
Post a Comment